About Me

Bismillah,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya Iman Harymawan.

Jika harus diringkas dalam satu kalimat:
saya belajar bagaimana ilmu bisa berdampak.

Saya memulai dari akuntansi.
Bidang yang sering dianggap kering, penuh angka, dan jauh dari kehidupan.
Tapi justru di sanalah saya menemukan sesuatu:
angka bisa bercerita—tentang keputusan, tentang nilai, tentang masa depan.

Perjalanan akademik membawa saya dari Universitas Airlangga,
ke National Cheng Kung University di Taiwan,
hingga City University of Hong Kong untuk menyelesaikan Ph.D.

Namun, semakin tinggi saya belajar,
semakin saya sadar:
ilmu tidak cukup hanya benar—ia harus berguna.

Hari ini, saya mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.
Saya dipercaya sebagai Direktur Airlangga Global Engagement,
dan memimpin Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS).

Fokus saya banyak pada ESG—lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Bukan karena ini sedang populer,
tapi karena ini adalah cara kita memastikan bisnis tetap hidup tanpa merusak kehidupan.

Saya menulis di jurnal internasional,
menjadi editor,
mendapatkan hibah riset,
dan bekerja sama dengan berbagai institusi global.

Saya juga terlibat sebagai konsultan—
bersama perusahaan, kementerian, dan organisasi internasional seperti UNDP.

Namun, ada satu pertanyaan yang terus saya bawa ke mana pun:

Apakah semua ini benar-benar membentuk manusia?

Karena pada akhirnya,
bisnis dijalankan oleh manusia.
kebijakan dibuat oleh manusia.
dan masa depan ditentukan oleh manusia.

Dari kegelisahan itu, lahir gagasan Pendidikan Lestari.

Sebuah upaya sederhana—
mengembalikan sekolah sebagai taman peradaban.
Tempat anak belajar bukan hanya menjadi pintar,
tapi juga menjadi baik.

Website ini adalah ruang refleksi.
Tempat saya menulis apa yang saya pelajari,
apa yang saya lihat,
dan apa yang menurut saya perlu diperbaiki.

Tidak semua jawaban ada di sini.
Sebagian bahkan masih berupa pertanyaan.

Tapi mungkin,
di antara tulisan-tulisan ini,
Anda menemukan sesuatu yang relevan—
untuk pekerjaan, untuk keputusan, atau untuk hidup.

Karena bagi saya,
ilmu yang baik bukan yang paling rumit,
tapi yang bisa mengubah cara kita melihat dunia.

Dan, semoga,
cara kita menjalaninya.